MEDAN– Polisi mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah adat di kawasan Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh seorang anak berinisial M (13) yang bermain api menggunakan mancis dan kaleng semprot bekas obat nyamuk.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan anak tersebut telah diamankan untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran terjadi tanpa unsur kesengajaan.
"Anak ini hanya bermain di lokasi. Dia menemukan kaleng Baygon bekas lalu menyalakan mancis dan menyemprotkannya. Anak tersebut tidak mengetahui bahwa tindakannya dapat memicu kebakaran," ujar Poltak, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Supervisor SPBU di Medan Ditangkap, Diduga Bersekongkol Isi Tangki Dexlite dengan Solar Selama 9 Bulan Polisi memastikan M tidak ditetapkan sebagai tersangka. Setelah proses pemeriksaan selesai, anak tersebut akan diserahkan kepada pihak kecamatan untuk menjalani pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil penyelidikan, polisi juga mengungkap bahwa M sempat berupaya memadamkan api yang mulai membesar. Namun kobaran api dengan cepat membakar bangunan rumah adat hingga akhirnya hangus.
Kasus tersebut berhasil diungkap setelah penyidik memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Rekaman itu memperlihatkan M berada di area rumah adat beberapa saat sebelum kebakaran terjadi.
Sementara itu, Camat Medan Kota Andi Syahputra mengatakan M diketahui berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Anak tersebut disebut hidup seorang diri di Kota Medan tanpa tempat tinggal tetap.
Pihak kecamatan kini berupaya menelusuri keberadaan keluarga M. Apabila tidak ditemukan, anak tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menurut Andi, selama ini M kerap berada di kawasan Lapangan Merdeka Medan dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan meminta bantuan kepada warga sekitar.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Senin (22/6/2026) menghanguskan rumah adat di kompleks Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII, salah satu situs bersejarah di Kota Medan yang dibangun pada 1979 dan diresmikan Presiden ke-2 RI Soeharto pada 1992.* (ds/dh)