SURABAYA – Gelombang aksi yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali terjadi di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6).
Unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi itu berlangsung hingga malam dan berakhir ricuh setelah aparat keamanan membubarkan massa secara paksa.
Saat malam mulai tiba, aparat kepolisian beberapa kali memberikan peringatan melalui pengeras suara agar peserta aksi menjaga ketertiban dan segera membubarkan diri.
Baca Juga: Pengadaan Smartboard Langkat Disebut Berawal dari Arahan Pj Bupati untuk Serap Anggaran SILPA "Kepada massa aksi kami imbau untuk tertib, sekali lagi kami imbau untuk tertib, massa aksi silakan untuk tertib kemudian membubarkan diri," ujar komandan polisi melalui pengeras suara.
Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan.
Massa yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam tetap bertahan di lokasi.
Sejumlah peserta aksi bahkan melemparkan benda ke arah halaman Gedung Grahadi.
Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, sekitar seratus orang masih bertahan di depan gedung.
Situasi kemudian memanas. Polisi mengerahkan pasukan untuk membubarkan massa dengan menggunakan water cannon.
Sejumlah peserta aksi turut diamankan. Setelah massa dipukul mundur dari depan Gedung Grahadi, aparat menutup akses jalan menuju lokasi demonstrasi.
Sebelumnya, sekitar seratus orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari mahasiswa, buruh, pelaku UMKM hingga kelompok masyarakat lainnya, menggelar aksi dengan mengatasnamakan Front Anti Kapitalisme.
Aksi dimulai dari kawasan Monumen Kapal Selam di Jalan Pemuda.