MEDAN — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pejuang Bangsa (APMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (23/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan Ruas Jalan Nomor 54 yang menghubungkan Pasar XI–Silo Bonto–Pematang Sei Baru di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai.
Secara bergantian, para peserta aksi menyampaikan orasi dan meminta DPRD Sumut serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah konkret terhadap kondisi jalan yang dinilai telah lama membutuhkan penanganan.
Baca Juga: Gubernur Aceh Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Koordinator aksi APMB, Ibnu, mengatakan kehadiran mereka di DPRD Sumut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di kawasan Asahan dan Tanjungbalai.
"Kami meminta kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara agar segera melakukan perbaikan Ruas Jalan Nomor 54 Pasar XI-Silo Bonto-Pematang Sei Baru. Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga," ujar Ibnu saat berorasi.
Suasana aksi sempat memanas ketika massa merasa belum mendapat respons dari pihak legislatif.
Sejumlah peserta aksi mencoba memanjat pagar gerbang DPRD Sumut untuk masuk ke area gedung dewan.
Aksi tersebut memicu ketegangan dengan petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Namun situasi berhasil dikendalikan setelah pihak DPRD Sumut melakukan mediasi dengan para demonstran.
Kepala Humas DPRD Sumut, Sofyan, turun langsung menemui massa dan mengajak perwakilan aksi berdialog di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut.
"Mari bapak dan ibu, silakan tetap kooperatif dan kondusif. Mari kita diskusikan dan bahas bersama apa yang menjadi tuntutan bapak dan ibu sekalian," kata Sofyan di hadapan peserta aksi.
Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan APMB diterima untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.