MEDAN – Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan dengan sorotan utama evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Sejak siang, massa aksi telah berorasi di depan gerbang DPRD Sumut dan meminta Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus untuk menemui mereka secara langsung.
Baca Juga: Tak Ada Lagi Pungutan Pengunjung, Pemprov Sumut Siapkan Dua Jalur Baru Menuju Wisata Air Panas Karo Namun, yang menemui massa justru Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi.
Salman menjelaskan bahwa Ketua DPRD Sumut sedang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan.
"Saya selaku Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi dari fraksi PKS. Kebetulan Bu Erni sedang sakit dan dirawat di rumah. Jadi tidak bisa hadir. Karena DPRD kolektif kolegial, adik-adik mahasiswa boleh menyampaikan tuntutannya kepada kami, sama saja," ujar Salman.
Namun, penjelasan tersebut tidak diterima sepenuhnya oleh massa aksi. Mereka tetap mendesak agar Ketua DPRD Sumut hadir langsung menemui mereka.
"Kami mau Bu Erni yang dihadirkan langsung di sini!" ungkap Koordinator Aksi, Mujizat Silalahi.
Situasi sempat memanas ketika massa aksi meminta bukti bahwa Ketua DPRD benar-benar sedang sakit.
Tak lama kemudian, Sekretariat Dewan menyerahkan selembar surat keterangan sakit.
Namun, surat tersebut kembali dipersoalkan oleh massa aksi. Mereka menilai dokumen itu tidak meyakinkan.
"Ini surat palsu, stempelnya saja tidak ada!" teriak massa.