MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana membangun dua jalur akses baru menuju kawasan Wisata Air Panas Karo di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik dan kenyamanan wisatawan, sekaligus menata ulang pengelolaan kawasan wisata tersebut.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, pembangunan akses baru ini dilakukan setelah adanya kesepakatan penghapusan pungutan terhadap pengunjung di kawasan wisata tersebut.
Baca Juga: Petani Desak Bupati Simalungun Cabut SK Plasma, Soroti Dugaan Penjualan CPO PT ESI Usai HGU Berakhir Sejak 2023 Menurut dia, kebijakan pungutan yang sebelumnya berlaku kerap menimbulkan persoalan di lapangan.
"Kita sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita, kemudian akses yang lebih mudah juga sangat penting," kata Bobby Nasution usai menerima audiensi Bupati Karo di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (22/6/2026).
Selain pembangunan akses jalan, Bobby Nasution juga mendorong pengembangan konsep kampung wisata di kawasan Air Panas Karo.
Ia menyebut, konsep tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sentra oleh-oleh, kuliner, hingga usaha penunjang pariwisata yang dikelola warga setempat.
"Bisa memanfaatkan CSR pelaku usaha di sana mungkin, dari beberapa pelaku usaha mengumpulkan dana CSR yang digunakan untuk membangun kampung wisata dan pengelolanya masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan bahwa dua jalur baru yang akan dibangun tidak hanya untuk mempermudah akses wisatawan, tetapi juga mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Berastagi.
Jalur pertama akan menghubungkan Penatapan Berastagi dengan Desa Semangat Gunung, sedangkan jalur kedua menghubungkan Jaranguda, Berastagi, dengan desa yang sama.
"Jadi orang yang dari Medan bisa langsung ke lokasi tanpa harus ke Daulu dulu dan yang dari Simalungun, Aceh Tenggara bisa dari Jaranguda. Ini juga akan membantu memecah kemacetan lalu lintas. Orang-orang yang tidak ingin singgah di Berastagi bisa memanfaatkan jalur ini," kata Antonius.
Ia juga menjelaskan, skema retribusi ke depan tidak lagi dibebankan langsung kepada pengunjung, melainkan melalui sektor usaha seperti restoran, penginapan, tempat pemandian, dan parkir.