BANDA ACEH - Solidaritas kuat ditunjukkan Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah Raya (IKAPDA) Aceh setelah kabar duka wafatnya Fakhri Herdieco, taruna yang menjadi korban ledakan KMP Aceh Hebat 2. Dalam waktu singkat, para alumni lintas angkatan bergerak menggalang bantuan untuk meringankan beban keluarga almarhum.
Hingga Minggu (21/6/2026), donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp15.350.000. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring terus mengalirnya bantuan dari para alumni yang tersebar di berbagai daerah.
Ketua IKAPDA Aceh, Teungku Iskandar, mengatakan gerakan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ikatan persaudaraan yang telah terjalin kuat sejak para alumni menempuh pendidikan di Pesantren Darul Arafah Raya.
Baca Juga: Duka Ledakan Kapal Aceh Hebat 2, Taruna Asal Binjai Sumut Meninggal Dunia di RSUD Zainoel Abidin Menurutnya, begitu kabar wafatnya Fakhri Herdieco tersebar, koordinasi antaralumni langsung dilakukan untuk membantu keluarga yang sedang berduka.
"Begitu kabar duka ini menyebar, berbagai angkatan alumni langsung bergerak tanpa menunda. Ini bukan sekadar tentang angka, melainkan wujud nyata dari kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara alumni Darul Arafah Raya," ujar Teungku Iskandar didampingi Sekretaris IKAPDA Aceh, Amwar Citra Hutabarat.
Dari total donasi yang terkumpul, IKAPDA Aceh telah menyerahkan bantuan awal sebesar Rp5 juta secara tunai kepada ibunda almarhum saat masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Sementara sisa dana sebesar Rp10,35 juta akan disalurkan kepada keluarga dalam waktu dekat.
Sekretaris IKAPDA Aceh, Amwar Citra Hutabarat, mengapresiasi seluruh alumni yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dalam membantu keluarga almarhum.
"Terima kasih kepada seluruh alumni yang telah menyisihkan rezekinya. Gerakan ini membuktikan bahwa di mana pun kami berada, rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar tetap terjaga erat," katanya.
Selain bantuan materiel, IKAPDA Aceh juga mengajak seluruh alumni untuk terus mendoakan almarhum dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan menghadapi cobaan tersebut.
Diketahui, Fakhri Herdieco merupakan alumni Pesantren Darul Arafah Raya angkatan ke-34 sekaligus taruna Politeknik Pelayaran Malahayati. Ia menjadi salah satu korban luka bakar serius dalam insiden ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi pada 12 Juni 2026 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Setelah menjalani perawatan intensif, Fakhri mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Sabtu (20/6/2026) malam. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan alumninya.*
(dh)