MEDAN – Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/6/2026).
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kelancaran lalu lintas, aparat gabungan mengerahkan sekitar 620 personel pengamanan.
Personel yang diturunkan berasal dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan Kota Medan.
Baca Juga: Gerindra Tolak Tuntutan Hentikan MBG: Ini Program Mulia Pengamanan difokuskan di sekitar Gedung DPRD Sumut yang menjadi salah satu titik aksi utama mahasiswa pada hari tersebut.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan AKBP Dhana Noer Kurniawan mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.
"Personel yang dilibatkan berasal dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut, dibantu TNI, Dishub, dan Satpol PP," kata Dhana di lokasi aksi.
Menurut Dhana, selain di DPRD Sumut, aparat juga disebar ke sejumlah titik lain karena pada hari yang sama terdapat sekitar 20 agenda unjuk rasa di berbagai lokasi di Kota Medan.
Meski demikian, aksi mahasiswa di DPRD Sumut menjadi salah satu fokus utama pengamanan karena diperkirakan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai kampus, termasuk mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas HKBP Nommensen.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian juga menyiagakan sejumlah kendaraan taktis, termasuk Armoured Water Cannon (AWC) atau mobil penyemprot air.
Dhana menegaskan kehadiran kendaraan tersebut merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan aksi massa dan bukan untuk tindakan represif.
"AWC disiapkan sebagai langkah antisipasi. Harapannya tentu tidak perlu digunakan dan situasi tetap kondusif," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan aparat, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 200 hingga 300 orang.