SLEMAN - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/6/2026).
Aksi tersebut digelar di tengah hujan yang mengguyur kawasan sejak sore hari.
Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 15.30 WIB, massa tetap bertahan di lokasi meski hujan deras turun.
Baca Juga: Aksi Mahasiswa Dituding Ditunggangi Pihak Tertentu, BEM UI Bantah: Sebut Saja Namanya, Jangan Sekadar Asumsi! Mereka memenuhi ruas simpang tiga Gejayan sambil membawa poster dan menyuarakan orasi secara bergantian dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil.
Aksi ini berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat dialihkan untuk menghindari kemacetan.
Humas Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, mengatakan terdapat 10 tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Salah satu poin yang disoroti adalah desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penolakan terhadap Koperasi Desa Merah Putih.
"Solusi yang paling dekat adalah menghentikan MBG. Kemudian menghentikan Koperasi Desa Merah Putih," kata Marsinah di lokasi aksi, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai program MBG perlu dihentikan karena dinilai tidak memiliki pengawasan yang memadai dan berpotensi bermasalah dalam pengelolaan anggaran.
Menurut dia, anggaran program tersebut sebaiknya dialihkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
"Dananya lebih baik dikembalikan untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Selain itu, Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta, Rie Ramawati, turut menyuarakan tuntutan dari kelompok pengemudi ojek online.