TANJUNG JABUNG TIMUR — Warga Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengeluhkan belum adanya pengaturan lalu lintas di pintu masuk proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah tersebut.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan karena aktivitas kendaraan proyek dan alat berat kerap keluar masuk tanpa pengawasan maupun pengaturan arus lalu lintas yang memadai.
Seorang warga setempat, Abas, mengatakan situasi itu berpotensi memicu kecelakaan, terutama karena jalan yang dilalui kendaraan proyek juga digunakan oleh masyarakat umum.
Baca Juga: PKS SGAM Jelaskan Alasan Harga TBS Sawit Tidak Selalu Sama dengan Daerah Lain "Kalau kendaraan alat berat keluar masuk tanpa pengaturan itu sangat berbahaya. Kami khawatir bisa terjadi kecelakaan," ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Wardiono. Ia meminta pihak perusahaan segera menempatkan petugas pengatur lalu lintas di pintu masuk proyek serta memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi pembangunan.
"Jangan sampai ada kecelakaan baru ada tindakan dari perusahaan," katanya.
Warga juga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait turun tangan melakukan pengawasan terhadap aktivitas proyek tersebut. Mereka menekankan pentingnya keselamatan pengguna jalan di tengah berlangsungnya pembangunan.
Masyarakat meminta agar pihak perusahaan segera mengambil langkah antisipatif agar aktivitas pembangunan pabrik kelapa sawit dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan lalu lintas di sekitar lokasi.*
(dh)