BANDA ACEH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sedikitnya lima kabupaten di Aceh dalam beberapa hari terakhir.
Kepolisian Daerah Aceh menyatakan seluruh titik kebakaran telah berhasil dipadamkan, namun penyelidikan terhadap penyebab kebakaran masih terus dilakukan.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan wilayah yang terdampak karhutla meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya (Abdya).
Baca Juga: Apa yang Terjadi dengan Mama Yasinta? Keluarga Mengaku Kehilangan Kontak Sebelum Muncul di Polda Metro Jaya Salah satu kasus yang menjadi perhatian aparat terjadi di Kampung Toweran Toa, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Kebakaran yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, diduga sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Joko, lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang ditumbuhi pohon pinus dan rumput kering terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh personel kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat.
"Pelaku pembakaran masih dalam pengejaran. Kapolda Aceh telah memerintahkan jajaran untuk mengusut kasus ini dan menangkap pihak yang bertanggung jawab," kata Joko dalam keterangannya, Senin, 1 Juni 2026.
Selain di Aceh Tengah, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Nagan Raya. Api melanda lahan di Desa Kayee Unoe dan Desa Babah Lueng dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Selatan, karhutla terjadi di Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur, dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare.
Kebakaran serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai satu hektare.
Adapun di Kabupaten Aceh Barat Daya, kebakaran terjadi di Desa Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, dengan luas lahan terbakar sekitar 500 meter persegi.
Joko memastikan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan.