ACEH UTARA — Kebakaran hebat melanda tumpukan kayu sisa banjir di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, sejak Rabu malam, 27 Mei 2026.
Hingga Kamis siang, 28 Mei 2026, api masih belum berhasil dipadamkan dan terus mengancam permukiman warga di sekitar lokasi.
Sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dan Pemerintah Kabupaten Bireuen dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
Baca Juga: Pembentukan PT DSI Dinilai Bisa Tutup Kebocoran Devisa dan Perkuat Kendali Ekspor SDA Selain itu, satu unit mobil water cannon milik Polres Lhokseumawe juga diterjunkan membantu proses pemadaman.
Kepala Desa Babah Krueng, Mahdi, mengatakan tumpukan kayu gelondongan yang terbakar diperkirakan mencapai luas sekitar lima hektare.
Kayu-kayu tersebut merupakan sisa material banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu.
"Api sulit dipadamkan karena angin sangat besar. Lokasinya berada di pinggir sungai sehingga kobaran api terus melebar," kata Mahdi, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut dia, petugas pemadam kini berupaya melokalisasi titik api agar tidak merembet ke kawasan permukiman warga.
Sedikitnya lima desa berada di sekitar area kebakaran, yakni Desa Babah Krueng, Rambong Payong, Blang Tarakan, Jurong, dan Desa Lhok Bayu.
Warga dari sejumlah desa turut membantu proses pemadaman secara manual. Namun, besarnya kobaran api dan kondisi angin yang kencang membuat api sulit dikendalikan.
"Kekhawatiran warga sekarang api merembet ke rumah penduduk. Karena itu kami terus siaga di lokasi," ujar Mahdi.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Aparat kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber api yang membakar tumpukan kayu itu.