BOVEN DIGOEL – Aparat gabungan yang dipimpin Komando Operasi TNI Habema mengevakuasi 44 pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, setelah situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan memburuk akibat gangguan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan TPNPB-OPM.
Puluhan warga itu tiba di Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pada Minggu, 24 Mei 2026, menggunakan tiga unit long boat.
Setibanya di lokasi, para pendulang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh aparat gabungan.
Baca Juga: Keluarga Korban Kecewa, Vonis 10 Bulan Penjara Prajurit TNI Penganiaya Pelajar hingga Meninggal Tak Berubah di Tingkat Banding Komando Operasi TNI Habema menyebut evakuasi dilakukan sebagai langkah penyelamatan terhadap warga sipil yang berada di kawasan rawan konflik bersenjata.
"Langkah ini merupakan bentuk perlindungan negara kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi keamanan," demikian keterangan aparat di lokasi evakuasi.
Distrik Awimbon dalam beberapa waktu terakhir disebut mengalami peningkatan gangguan keamanan yang menghambat aktivitas masyarakat, termasuk para pendulang emas yang bekerja di wilayah pedalaman tersebut.
Selain mengevakuasi warga, aparat gabungan juga meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan untuk mencegah potensi serangan lanjutan.
Informasi sementara yang diterima aparat menyebut sedikitnya 10 pendulang emas dilaporkan meninggal dunia akibat serangan kelompok bersenjata.
Namun hingga kini proses evakuasi korban masih terkendala akses menuju lokasi kejadian.
Aparat gabungan menyatakan operasi pengamanan dan penyisiran di wilayah Pegunungan Bintang akan terus dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua Pegunungan belakangan kembali meningkat dan berdampak terhadap aktivitas warga sipil di daerah pedalaman, termasuk pekerja tambang tradisional.*