NIAS - Polres Nias masih mendalami kasus kematian seorang siswi SMK berinisial AJZ (17) yang ditemukan tewas di aliran sungai kecil di kawasan perkebunan Dusun IV, Desa Hilina'a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
Aparat belum menyimpulkan penyebab kematian korban, sembari menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias, AKP Sonifati Zalukhu, mengatakan hasil visum luar sementara menunjukkan adanya sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: AKP Yohanes Bonar Adiguna Ngaku Narkotika untuk Konsumsi Pribadi, Polda Kaltim: Kami Tidak Percaya Salah satunya luka pada bagian kepala.
"Hasil visum luar dari puskesmas ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti lubang di bagian dahi korban," kata Sonifati, Senin, 18 Mei 2026.
Selain luka di bagian dahi, penyidik juga menemukan luka tusuk di kening serta lebam pada area tubuh, termasuk bagian alat kelamin korban.
Namun, kepolisian menegaskan seluruh temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebab kematian.
Menurut Sonifati, proses autopsi diperlukan untuk memastikan apakah luka-luka tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban atau tidak.
"Kita ingin mengetahui secara pasti apakah luka tusuk dan lebam-lebam yang menyebabkan kematian korban. Karena itu, jenazah korban akan dilakukan autopsi," ujarnya.
Polres Nias telah berkoordinasi dengan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban yang telah dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026.
Selain itu, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, termasuk pengumpulan barang bukti di lokasi penemuan jasad.
Meski demikian, kepolisian menyatakan belum dapat menyimpulkan adanya dugaan pembunuhan.