LUMAJANG – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Kolom abu terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 19.04 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Evakuasi Pendaki Gunung Dukono Tuai Apresiasi, Menlu Singapura Salut pada Tim SAR RI "Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya," kata Mukdas dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 16 detik.
Aktivitas itu juga disertai awan panas guguran, meski jarak luncur tidak teramati karena kondisi lereng tertutup kabut.
Tidak lama berselang, Semeru kembali erupsi pada pukul 20.30 WIB dengan rekaman seismograf berdurasi 171 detik dan amplitudo yang sama, meski tinggi kolom letusan tidak dapat teramati.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah, serta diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga 17 kilometer.
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru," ujar Mukdas.
Sungai-sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.*