SERGAI – Kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan maut yang melibatkan Bus Halmahera di KM 63.200 Jalan Tol Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang menewaskan empat orang penumpang.
Insiden tersebut berawal dari kendaraan pikap pengangkut ayam yang mengalami kerusakan di jalur tol.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumut AKBP Dhery Fajariandono menjelaskan, kendaraan Mitsubishi L300 pengangkut ayam tersebut mengalami patah as roda hingga kehilangan kendali dan terguling di jalur cepat.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Tanggapi Permintaan Roy Suryo Stop Kasus Ijazah Jokowi: Alasannya Apa? "Kendaraan L300 tersebut mengalami patah as roda sehingga terguling dan melintang di tengah jalan jalur cepat," kata Dhery, Senin, 11 Mei 2026.
Kondisi tersebut membuat pikap berhenti melintang di badan jalan tol.
Tidak lama kemudian, Bus Halmahera yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
"Bus yang berada di jalur cepat menabrak bagian belakang pikap L300 hingga terguling," ujarnya.
Benturan keras menyebabkan bus oleng ke kiri, menabrak pembatas jalan (guardrail), lalu terperosok dan terguling keluar badan jalan tol.
Posisi akhir kendaraan bus berada di luar jalur dengan bagian kanan di atas.
Sementara itu, pikap L300 terpental beberapa meter ke depan dan juga dalam kondisi terguling di badan jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka ringan.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam untuk mendapatkan perawatan medis, sementara korban meninggal dibawa ke RS Sari Mutiara Lubuk Pakam untuk proses identifikasi.