BATU BARA — Masyarakat di Kecamatan Tanjung Tiram diimbau untuk lebih waspada setelah muncul informasi dugaan peredaran uang palsu di wilayah tersebut.
Informasi itu mencuat usai beredarnya video di media sosial milik seorang pemilik toko yang mengaku menerima uang palsu dari pembeli.
Dalam video yang diunggah pada Senin (11/05/2026), pemilik toko yang meminta namanya tidak dipublikasikan secara lengkap mengingatkan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan pedagang kecil, agar lebih teliti saat menerima uang tunai dalam transaksi jual beli.
Baca Juga: Diduga Ada Pembiaran, Pungli terhadap Sopir Truk di Talawi-Tanjung Tiram Kian Merajalela Menurut informasi yang diperoleh awak media, pemilik toko tersebut baru menyadari adanya uang palsu setelah menghitung hasil penjualan saat toko tutup.
Uang pecahan Rp50 ribu yang diduga palsu itu disebut memiliki bentuk yang hampir menyerupai uang asli.
"Benar bang, kami mendapatkan uang palsu dari salah satu pembeli yang tidak kami kenal. Saat toko tutup dan kami menghitung hasil penjualan, di situlah kami mengetahui ada uang pecahan Rp50 ribu yang diduga palsu. Video itu sebenarnya empat hari lalu, baru sekarang saya posting," ujar pemilik akun media sosial berinisial FA saat dikonfirmasi awak media melalui pesan Messenger.
FA juga menyebutkan bahwa tampilan uang tersebut sangat mirip dengan uang asli sehingga cukup sulit dibedakan secara kasat mata.
"Kalau dilihat sekilas memang hampir mirip, mungkin sekitar 95 persen menyerupai aslinya," tambahnya.
Atas kejadian tersebut, FA mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memeriksa kondisi uang dengan teliti sebelum menerimanya, terutama saat transaksi di pasar, warung, maupun toko kelontong.
"Untuk ibu-ibu harap berhati-hati terhadap uang yang diterima. Periksa betul-betul agar tidak mendapatkan uang palsu," tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peredaran uang palsu tersebut.
Namun masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu yang beredar di lingkungan sekitar.*