HALMAHERA UTARA - Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil mengevakuasi 14 pendaki yang selamat setelah erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
"Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono," kata Abdul dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Andalkan Investasi Besar dan Hilirisasi Industri Dari jumlah tersebut, 14 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan tujuh warga negara asing (WNA) asal Singapura.
Sementara itu, dua WNA asal Singapura masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Keduanya diketahui berjenis kelamin laki-laki dan terakhir berada di sekitar kawasan pendakian gunung.
Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Jumat siang karena aktivitas vulkanik meningkat dan adanya potensi lontaran lava pijar sejauh 1,5 kilometer dari kawah gunung.
Saat itu, seluruh personel evakuasi berlindung di Pos 5 sambil menunggu kondisi lebih aman.
Pada pukul 15.25 WIB, pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi tim SAR ke dua titik pencarian berbeda.
Tim pertama melakukan penyisiran jalur menuju puncak gunung dan dilaporkan berada sekitar 500 meter dari kawah. Tim juga menggunakan drone untuk memantau situasi dari udara karena aktivitas erupsi masih fluktuatif.
Sementara tim kedua melakukan pencarian di area aliran sungai dekat puncak gunung untuk mencari dua pendaki asing yang masih hilang.
Penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis, serta relawan setempat.
Sebelumnya, Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, menyebut tiga orang meninggal dunia akibat erupsi tersebut. Korban terdiri dari dua warga Singapura dan satu warga negara Indonesia.