JAKARTA – Rumah milik anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terbakar pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Peristiwa itu menewaskan Haerul di lokasi kejadian.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan kebakaran diduga dipicu sisa bahan kimia berupa tiner yang digunakan dalam proses renovasi rumah.
Baca Juga: Fakta-fakta Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Tewaskan 16 Orang: Mesin Bermasalah hingga Dugaan Human Error "Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," kata Asril kepada wartawan, Jumat.
Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan rumah dan warga sekitar.
Mereka sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api dengan cepat membesar dan tidak terkendali.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan berhasil melokalisir api sekitar pukul 08.46 WIB setelah mengerahkan puluhan personel.
Seorang penjaga rumah, Harpen (36), mengatakan saat kejadian Haerul berada di ruang kerjanya di lantai empat rumah tersebut.
Ia menyebut sempat terjadi kepanikan ketika api mulai membesar.
"Waktu itu saya dengar teriakan kebakaran. Kami kira beliau sudah keluar, ternyata masih di dalam," ujarnya.
Menurut Harpen, Haerul ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat paparan asap tebal dari kebakaran tersebut.