ACEH BESAR – Warga, Gampong Lam Lumpu Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 22 tahun bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Peringatan berlangsung di Meunasah Darul Aman Gampong Lam Lumpu, Kamis (7/5/2026), dan diikuti dengan khidmat oleh masyarakat setempat yang turut mengenang peristiwa memilukan tersebut.
Baca Juga: BMKG Pastikan Gempa M 7,4 di Jepang Tidak Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia Salah satu penyintas tsunami, Sabirin (66), turut membagikan kisahnya saat bencana dahsyat itu terjadi. Ia menyebut peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat setelah gempa besar mengguncang wilayah Aceh.
"Setelah gempa, air bah langsung datang. Banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri," kata Sabirin dengan nada sedih.
(Foto setelah Tsunami Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada)
Ia mengungkapkan dirinya juga mengalami luka pada bagian kaki akibat bencana tersebut. Menurutnya, kondisi saat itu sangat mencekam hingga membuat banyak warga merasa seolah-olah berada di ambang kiamat.
Gampong Lam Lumpu sendiri menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat tsunami yang melanda pesisir Aceh.
Geuchik Gampong Lam Lumpu, Fakhri Johan, mengatakan peristiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi warga hingga saat ini.
Ia mengaku saat kejadian berada di luar daerah, dan ketika kembali ke kampung halaman kondisi sudah sangat memprihatinkan."Rumah warga banyak yang hancur dan hanyut, mayat berserakan.
Itu masih sangat membekas sampai sekarang," ujarnya.
Fakhri menjelaskan, peringatan tsunami di Gampong Lam Lumpu rutin digelar setiap tahun pada bulan Dzulqaidah, yang bertepatan dengan masa persiapan pemberangkatan jamaah haji pada tahun 2004.