JAKARTA — Komisi X DPR RI menyoroti meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran.
Korban diketahui bernama Mandala Rizky Syaputra, 16 tahun. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sakit yang disertai pembengkakan pada bagian kaki.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan persoalan yang lebih luas, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga hingga akses layanan kesehatan.
Baca Juga: Rupiah Kembali Loyo Hari Ini, Dolar AS Sentuh Level Rp17.400 Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan peristiwa itu menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan nasional.
"Peristiwa meninggalnya siswa SMK di Samarinda menjadi pengingat keras bahwa persoalan pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi beririsan langsung dengan aspek kesehatan dan kondisi sosial ekonomi keluarga," kata Lalu pada Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menyebut dugaan penggunaan sepatu yang kekecilan sebagai penyebab pembengkakan kaki korban masih perlu ditelusuri secara medis.
Namun, menurut dia, persoalan utama tidak hanya berhenti pada penyebab kematian semata.
Kasus tersebut juga menunjukkan adanya kerentanan sosial akibat keterbatasan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.
"Kasus ini menegaskan adanya keterbatasan ekonomi yang membuat kebutuhan dasar siswa tidak terpenuhi secara layak serta kemungkinan keterlambatan akses layanan kesehatan," ujarnya.
Lalu menilai sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memiliki sistem pendeteksian dini terhadap kondisi kesehatan maupun persoalan sosial peserta didik.
Ia mendorong pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk bantuan perlengkapan sekolah dan layanan kesehatan berbasis sekolah.
Mandala Rizky Syaputra diketahui merupakan anak yatim yang tinggal bersama kakak serta tiga adiknya.