MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna (IKANAS) Sumut.
"Organisasi yang kuat harus memiliki tiga pegangan utama," tegas Bobby dalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKANAS Sumut periode 2025–2030, di Hotel Grand Mercure, Minggu (3/5/2026).
Pertama, lanjutnya, visi dan misi yang jelas sebagai arah dalam menjalankan organisasi. Visi dan misi harus menjadi pedoman utama seluruh anggota.
Baca Juga: Bobby Nasution Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri, Sumut Dinilai Berhasil Kelola Keuangan Inovatif Kedua, bagaimana menjalankan organisasi sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Ia menilai, pendekatan kekeluargaan menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan internal maupun eksternal organisasi.
"IKANAS sebenarnya kalau kita lihat terbentuknya, poin kedua ini menjadi unggulan utama. Seperti yang sudah disampaikan bahwa IKANAS hadir, berdiri, karena ikatan darah, karena silsilah keturunan, yang mau tidak mau dibawa mulai dari lahir sampai meninggal," katanya.
Pesan ketiga, organisasi harus mampu membaca potensi dan peluang yang ada. Karena itu, IKANAS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam berbagai aspek, baik sosial maupun pembangunan daerah, mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Ketua DPP IKANAS Saipullah Nasution menekankan pentingnya peran IKANAS sebagai wadah mempererat silaturahmi keluarga besar Nasution dan Anak Boru di berbagai daerah.
"Anggota IKANAS diharapkan dapat berkontribusi aktif dan berpartisipasi positif dalam mendukung program-program pembangunan di daerah masing-masing. Kepada DPD IKANAS yang baru dilantik, semoga amanah yang diberikan bisa membawa IKANAS dohot anak boruna di Sumut menjadi barometer IKANAS pusat," ujarnya.
Jaga KekompakanKetua DPD IKANAS Sumut periode 2025–2030 yang dilantik, Erwan Rozadi Nasution, mengajak seluruh keluarga besar IKANAS untuk menjaga kekompakan dan persatuan.
Ia juga mengingatkan kontribusi tokoh-tokoh bermarga Nasution bagi bangsa, bahkan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Di antaranya Willem Iskandar (Sati Nasution) sebagai tokoh pendidikan, Ida Loemongga Haroen Nasution sebagai perempuan Indonesia pertama bergelar doktor di bidang kedokteran, serta Jenderal (Purn) AH Nasution sebagai pahlawan nasional.
"Saat ini Sumut dipimpin putra terbaik Bobby Afif Nasution, yang sebelumnya juga ada Sutan Mohammad Amin Nasution sebagai Gubernur Sumut pertama. Nasution harus bersatu, kompak, dan berperan dalam segala sektor, politik, ekonomi, dan sosial," pungkasnya.*