GROBOGAN – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara minibus pengantar jemaah haji dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bertambah menjadi lima orang.
Korban terbaru yang meninggal dunia adalah Indah Setiyawati (27), warga Desa Sidorejo, Pulokulon, yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Korban merupakan rujukan dari RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
"Iya benar meninggal tadi malam sekitar pukul 22.40 WIB, dan pagi ini sudah dimakamkan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga: Bupati Labusel Lepas 147 Calon Jemaah Haji, Titip Pesan Jaga Niat dan Nama Baik Daerah Dengan tambahan satu korban ini, total korban jiwa dalam insiden tersebut kini menjadi lima orang, sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.52 WIB. Minibus Toyota Avanza berpenumpang sembilan orang yang melaju dari arah selatan menuju utara diduga mengalami mesin mati saat melintasi rel tanpa palang pintu.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melintas dari arah barat menuju timur dan tabrakan tidak dapat dihindarkan. Benturan keras membuat mobil terpental hingga sekitar 20 meter dan masuk ke area persawahan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu resmi.*
(k/dh)