NTT — Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak sekolah.
Para korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Panite untuk mendapatkan perawatan medis.
Wakil Bupati TTS Army Konay membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut dugaan keracunan terjadi pada Kamis sekitar pukul 10.12 WITA.
Baca Juga: BKKBN Bahas Skema MBG untuk Warga Baduy Dalam "Dugaan keracunan MBG ini terjadi tadi sekitar pukul 10.12 WITA," kata Army, Kamis malam.
Menurut dia, para korban mulai menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Rabu (29/4/2026) sore.
Kondisi itu baru memburuk beberapa jam kemudian hingga akhirnya harus mendapatkan penanganan medis.
Dari total korban, 34 siswa berasal dari SMAN 1 Amanuban Selatan, dua siswa dari SD GMIT Panite 1, dan satu siswa dari SD Tuapanan. Selain siswa, enam guru juga ikut terdampak.
Petugas kesehatan di Puskesmas Panite saat ini masih menangani para pasien sesuai dengan keluhan masing-masing, termasuk tindakan medis untuk mengatasi dugaan keracunan makanan.
Pemerintah daerah menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Kami akan informasikan perkembangan lebih lanjut," ujar Army.*
(km/ad)