TAPTENG — Rapat pembahasan pendataan bantuan jaminan hidup (jadup) di Kantor Camat Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, berujung ricuh pada Senin, 27 April 2026.
Kericuhan melibatkan Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Ahmad Rivai Sibarani, dan Pelaksana Harian Lurah Padang Masiang, Henra Hutauruk.
Peristiwa itu terjadi di tengah rapat yang dihadiri warga, perangkat kecamatan, serta sejumlah anggota DPRD.
Baca Juga: Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025 DPRD Medan, Janji Jadikan Catatan sebagai Evaluasi Kinerja Rapat tersebut digelar untuk membahas polemik pendataan bantuan sosial pascabencana yang dinilai masyarakat belum merata.
Menurut Henra Hutauruk, dirinya hadir dalam rapat tersebut atas perintah Camat Barus, Sanggam Panggabean, guna memberikan klarifikasi kepada warga dan DPRD.
Ia menyebut agenda tersebut sebelumnya tidak terjadwal.
Dalam jalannya rapat, suasana memanas ketika Ketua DPRD meminta lurah berdiri di hadapan warga. "Berdiri kau, Pak Lurah," kata Henra menirukan ucapan Rivai.
Henra mengaku tidak terima dengan nada tinggi tersebut dan secara refleks menggebrak meja.
Aksi itu kemudian memicu ketegangan lanjutan. Ia menuding Ketua DPRD sempat menunjukkan gestur hendak memukul, yang kemudian diikuti reaksi dari sejumlah warga.
"Ketua dewan mau menumbuk, lalu massa ikut melempar saya dengan air mineral," ujar Henra.
Sementara itu, Camat Barus, Sanggam Panggabean, membenarkan adanya kericuhan tersebut.
Namun, ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung karena sedang berada di Kantor Bupati Tapanuli Tengah untuk menyerahkan data rumah rusak yang telah diverifikasi.