BATU BARA – Suasana duka menyelimuti warga Dusun IV, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.
Masyarakat digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia diduga kuat akibat mengakhiri hidup sendiri, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diketahui bernama lengkap Riki Wira Nata Subarja (32), atau akrab disapa Wira. Ia merupakan warga tetap Dusun III Desa Suka Maju.
Jasad korban ditemukan tidak bernyawa di Gang Setia, tepatnya di depan rumah warga bernama Ama Kusrin.
Baca Juga: Silaturahmi Syawal ASLAB, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Fadly Abdina Hadiri Rembug Pemekaran Sumatera Pantai Timur Lokasi penemuan ini berada tidak jauh dari area sekolah setempat dan juga tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga korban. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, diduga kuat korban mengakhiri hidupnya karena sedang mengalami tekanan batin atau depresi yang dideritanya belakangan ini. Ibu kandung korban, Tuti Mariani (62), menyampaikan kesedihan mendalam namun berbesar hati menerima takdir tersebut. "Kami menerima kejadian ini dengan ikhlas," ujar Tuti mewakili keluarga. Untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, pihak keluarga secara resmi telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani di hadapan saksi-saksi dan perangkat desa. Surat tersebut disaksikan oleh M. Sahlan dan Sofyan Kirana, serta diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Desa Suka Maju, Amri. Dalam surat pernyataan itu, keluarga menegaskan beberapa poin penting: 1.Keluarga tidak menuntut pihak mana pun atas peristiwa yang menimpa korban.2.Meyakini bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat unsur tindak pidana atau campur tangan orang lain.3.Secara tegas menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi terhadap jenazah almarhum.4.Menyatakan tidak akan membuat laporan polisi dan siap bertanggung jawab penuh apabila di kemudian hari ada pihak keluarga yang mengingkari isi pernyataan tersebut. Peristiwa naas ini kembali menjadi tamparan keras serta pengingat bagi kita semua betapa pentingnya memperhatikan kesehatan mental dan kondisi psikologis orang-orang terdekat di lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau untuk lebih peka, peduli, dan tidak segan menawarkan bantuan atau sekadar mendengarkan keluh kesah keluarga maupun teman yang sedang mengalami masalah, agar tragedi memilukan seperti ini tidak lagi terulang di masa mendatang.*
(ad)