TOBA – Pencarian jasad Frater Christopher (21) yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, masih terus dilakukan hingga hari ketiga, Senin (13/4/2026).
Korban yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat di Pematangsiantar itu dilaporkan tenggelam pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat berenang bersama rombongan usai menjalani kegiatan rekoleksi di Samosir.
Kasi Humas Polres Toba, Khairuddin, mengatakan pada hari kedua pencarian, Minggu (12/4), tim gabungan melakukan penyisiran di permukaan danau di titik terakhir korban terlihat.
Baca Juga: Mahasiswa Unika Tenggelam di Air Terjun Situmurun, Pencarian Belum Membuahkan Hasil Tim SAR kemudian mengerahkan alat pendeteksi bawah air guna mempercepat proses pencarian. Penyelaman juga dilakukan hingga kedalaman sekitar 40 meter, namun hasilnya masih nihil.
"Kondisi dasar danau yang belum terjangkau serta visibilitas yang terbatas menjadi kendala utama," ujarnya.
Selain itu, faktor cuaca yang mulai mendung pada sore hari turut menghambat proses pencarian. Operasi hari kedua akhirnya dihentikan pada pukul 17.00 WIB tanpa hasil.
Memasuki hari ketiga, pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan tim gabungan.
Di lokasi kejadian, sejumlah imam, suster, frater, dan umat turut menggelar misa dan doa bersama agar jasad korban segera ditemukan. Doa tersebut menjadi harapan bagi keluarga dan tim pencari di tengah keterbatasan.
Suasana haru juga terlihat saat keluarga korban datang ke lokasi. Ibu korban tampak menangis histeris sambil menyaksikan proses pencarian putranya.
Diketahui, Frater Christopher merupakan mahasiswa semester dua yang tengah menjalani pendidikan calon imam Katolik. Ia sempat berenang bersama rekan-rekannya di kawasan wisata tersebut sebelum akhirnya mengalami kelelahan dan kram.
Menurut keterangan Romo Ngadiono, korban sempat berteriak meminta tolong sebelum terseret arus.
"Teman-temannya berusaha menolong, namun arus yang deras membuat korban cepat tenggelam," ujarnya.