JAKARTA – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung bersama LSM Perisai menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Aksi tersebut menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan optimal.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan kritik terhadap implementasi program MBG yang dianggap belum tepat sasaran.
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Janji Dukung Kegiatan Sosial IPA Sumut: Jika Dana Pemprov Sulit, Saya Akan Biayai Sendiri Mereka menilai realisasi program di lapangan masih jauh dari harapan dan kerap menimbulkan persoalan baru.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan adanya praktik "bagi-bagi kue" dalam pelaksanaan proyek MBG.
Mereka meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar program tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam orasinya, perwakilan massa menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan skema alternatif dalam penyaluran anggaran program MBG.
Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan tunai sebesar Rp15.000 per siswa.
"Lebih baik anggaran itu diberikan langsung kepada siswa. Manfaatnya akan lebih terasa dibandingkan penyediaan makanan yang terus menimbulkan masalah," ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Para demonstran juga menyinggung adanya kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Hal ini dinilai menjadi bukti bahwa pelaksanaan program tersebut masih memiliki banyak kelemahan.