DELI SERDANG - Lokasi longsor yang menewaskan lima orang di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, kini diisolasi. Warga diminta tidak mendekat karena kondisi tanah masih berpotensi bergerak.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan tim gabungan telah menutup area longsor sejauh beberapa puluh meter dari titik kejadian.
"Tim gabungan sudah melakukan isolasi dan mengimbau masyarakat untuk menjauh dari lokasi," ujar Calvijn, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Identitas 5 Korban Longsor di Deli Serdang Terungkap Longsor tersebut sebelumnya menimpa sekitar sembilan rumah warga dan menyebabkan lima orang meninggal dunia.
Saat ini, pihak kepolisian bersama tim terkait masih melakukan asesmen terhadap struktur tanah guna mengantisipasi longsor susulan.
"Kami butuh waktu setidaknya dua jam untuk memastikan kondisi kontur tanah aman," jelasnya.
Selain pengamanan lokasi, tim gabungan juga telah menyiapkan berbagai fasilitas darurat, mulai dari posko, tim medis, dapur umum hingga tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.
Sementara itu, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyebutkan sebanyak sembilan kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut.
"Sebagian besar warga sudah mengungsi ke rumah keluarga. Namun kami tetap menyiapkan tempat penampungan sementara dan menjamin kebutuhan mereka," kata Asri.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat longsor.
Tak hanya di Desa Sembahe, longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di wilayah Sibolangit. Meski tidak separah kejadian utama, kondisi tersebut tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pembangunan tembok penahan tanah serta pelebaran tebing di lokasi rawan.