DELI SERDANG — Bencana longsor yang melanda Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih menyisakan duka bagi para korban.
Hingga Rabu, 8 April 2026, sejumlah warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian setelah rumah mereka tertimbun material longsor.
Kapolsek Pancur Batu, Junaidi, mengatakan kondisi pascabencana saat ini relatif aman dan terkendali. Seluruh korban jiwa telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
Baca Juga: Aceh Siap Transformasi Pendidikan: Dari Dayah Digital hingga Vokasi Berbasis Potensi Wilayah "Situasi sudah aman dan terkendali. Namun kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, dan segera mencari lokasi yang lebih aman," kata Junaidi di lokasi.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir meninjau lokasi bencana, di antaranya Bupati Deli Serdang, jajaran kepolisian, hingga unsur TNI.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi dukungan moril bagi warga yang terdampak.
Pemerintah juga telah mendirikan dapur umum serta tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Kepala Pos Polisi Bandar Baru, Disco Ginting, menyebutkan longsor tidak hanya terjadi di Desa Sembahe, tetapi juga di beberapa titik di Desa Bingkawan.
"Ada tiga titik longsor di Desa Bingkawan, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian material, termasuk satu rumah warga dan kendaraan," ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum alat berat tiba, proses evakuasi sempat dilakukan secara manual oleh aparat bersama warga setempat.
Namun upaya tersebut terhambat oleh kondisi cuaca dan padamnya aliran listrik.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menyatakan pihaknya telah mengisolasi lokasi longsor untuk mengantisipasi risiko longsor susulan.