ACEH TENGAH — Sejumlah desa di lima kecamatan di Aceh Tengah kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (6/4) sore hingga malam.
Selain banjir, longsor menutup beberapa ruas jalan provinsi dan nasional, menghambat mobilitas warga.
Kalak BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyampaikan, longsor menutup jalan provinsi yang menghubungkan Mendale-Bintang dan Bintang-Simpang Kraft.
Baca Juga: 30 Hektare Sawah Tertimbun Pasir Pascabanjir di Tapanuli Utara, Petani Khawatir Musim Tanam Gagal Jalan nasional Pameu-Genting Gerbang juga tertimbun sehingga tidak bisa dilewati.
"Jalan longsor masih dilakukan penanganan," kata Andalika, Selasa (7/4).
Selain itu, akses transportasi di jalan nasional Takengon menuju Ise-Ise, tepatnya di Desa Lumut, Kecamatan Linge, sempat terganggu akibat terendam banjir.
Hujan deras membuat sungai meluap, menenggelamkan sejumlah desa.
Kampung terdampak banjir meliputi Kecamatan Lut Tawar, Bintang, Kebayakan, Linge, dan Ketol.
Beberapa jembatan darurat pasca-bencana juga putus, termasuk Jembatan di Desa Burlah (Ketol), Jembatan Terang Engon (Mulie Jadi, Silih Nara), serta Jembatan Simpil (Linge).
Kondisi itu menyebabkan beberapa desa kembali terisolir.
"Terputusnya akses jembatan menyebabkan terisolirnya Kampung Terang Engon, Kecamatan Silih Nara, dan beberapa desa di Ketol, seperti Kampung Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara," jelas Andalika.
BPBD Aceh Tengah telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi warga dan membersihkan akses jalan yang tertimbun longsor.