ACEH TENGAH – Puluhan warga di Aceh Tengah kembali menghadapi keterisoliran setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (31/3) menyebabkan sungai meluap dan menumbangkan tiga jembatan darurat.
Insiden ini memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga pembangunan hunian sementara di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge.
Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan jembatan yang hanyut antara lain Jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge, serta Jembatan Burlah dan Jembatan Bergang di Kecamatan Ketol.
Baca Juga: Gempa Sulut 7,6 SR, Dody Hanggodo Ungkap Titik Terdampak dan Solusi Darurat "Terputusnya ketiga jembatan ini membuat beberapa desa di dua kecamatan kembali terisolir," ujarnya, Kamis (2/4).
Desa yang terdampak di Kecamatan Linge antara lain Kampung Linge, Kampung Jamat, Kampung Delung Sekinel, Kampung Kutenireje, dan Kampung Reje Payung.
Sementara di Kecamatan Ketol, desa yang terisolir adalah Desa Burlah, Kampung Kekuyang, Kampung Bintang Pepara, Kampung Bergang, dan Kampung Karang Ampar.
Andalika menambahkan, putusnya Jembatan Kala Ili juga menghambat percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap komunal di Kemukiman Jamat.
Pasalnya, distribusi bahan bangunan terhenti karena akses jalan terganggu. "Kami berharap pemasangan jembatan bailey bisa segera dilakukan agar akses kembali fungsional sebelum pembangunan jembatan permanen rampung," katanya.
Hujan deras juga menimbulkan bencana tanah longsor dan banjir di beberapa lokasi, termasuk Kampung Mendale dan Paya Tumpi di Kecamatan Kebayakan; Kampung Mongal di Kecamatan Bebesen; Kampung Linung Bulen 1 di Kecamatan Bintang; Kampung Lumut di Kecamatan Linge; dan Kampung Bies di Kecamatan Bies.
BPBD Aceh Tengah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan provinsi Bintang-Simpang Kraft yang sempat tertimbun longsor di tiga titik.
"Harapannya sore ini jalan kembali fungsional dan lancar. Tim juga sudah turun meninjau lokasi jembatan untuk perbaikan," tutur Andalika.*
(ds/dh)