BATU BARA — Aktivitas usaha ayam potong di Jalan Imam Bonjol, Desa Indrayaman, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai keluhan warga karena menimbulkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah pemotongan ayam.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, Kamis (2/4/2026), bau tidak sedap tercium kuat di sekitar area usaha hingga ke permukiman warga. Bau tersebut bahkan dilaporkan mencapai lingkungan Sekolah Husnul Khatimah yang berada tidak jauh dari lokasi.
Kronologi dan Temuan Lapangan Baca Juga: Pengelolaan Sampah di Talawi Dinilai Lambat, Warga Ancam Bawa Tumpukan ke Kantor Bupati dan DPRD Batu Bara Sejumlah warga menyebutkan, bau menyengat mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir dan semakin parah saat aktivitas pemotongan ayam meningkat.
Dari hasil pengamatan di lapangan, terlihat saluran parit di sekitar lokasi usaha dipenuhi air berwarna gelap kehitaman. Aliran air tampak tidak lancar dan cenderung mengendap di beberapa titik.
Di dalam parit, ditemukan tumpukan limbah yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan ayam, seperti sisa darah, bulu, serta air bekas pencucian. Kondisi tersebut memicu bau busuk yang menyebar ke lingkungan sekitar.
"Airnya hitam dan tidak mengalir. Kalau lewat, baunya sangat menyengat," ujar seorang warga.
Keluhan juga datang dari pengguna jalan. Bau tidak sedap tercium sejak kawasan simpang empat Tanjung Tiram hingga simpang tiga Talawi. Warga menduga sumbernya tidak hanya dari satu titik, tetapi juga dari usaha ayam potong lain di sekitar kawasan, termasuk yang berada di depan Bank BRI.
Dampak terhadap Lingkungan dan Kesehatan
Kondisi parit yang tercemar dan tidak mengalir berpotensi menjadi sumber penyakit. Selain menimbulkan bau, genangan limbah organik dapat memicu berkembangnya bakteri serta menjadi sarang lalat.
Warga khawatir kondisi ini berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Dugaan Pelanggaran dan Potensi Pidana