PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Riau, semakin meluas.
Hingga Sabtu (14/3/2026), kebakaran di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, telah menghanguskan sekitar 40 hektare lahan, yang sebagian besar merupakan semak belukar dan perkebunan kelapa sawit di atas tanah gambut.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Chairul Parsaulian Ginting, mengungkapkan bahwa kebakaran terus berkembang sejak Jumat (13/3/2026), dengan penambahan luas area yang terbakar mencapai 15 hektare dalam sehari.
Baca Juga: Budaya Hukum Jadi Kunci Kepercayaan pada Polri, Peneliti BRIN: Di Belanda, Masalah Diselesaikan Warga Sebelum Polisi Turun Tangan "Kami sudah menurunkan dua regu Manggala Agni Dumai, dan juga mendapat bantuan dari Manggala Agni Kabupaten Siak," ujar Chairul saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu malam.
Kendala Angin Kencang dan Asap Tebal
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD Dumai terus berupaya melakukan pemadaman.
Namun, mereka menghadapi beberapa kendala, terutama tiupan angin kencang dan tingginya vegetasi semak belukar yang menyulitkan upaya pemadaman serta memicu kepulan asap tebal.
"Kondisi titik api sudah mulai berkurang, berkat hujan yang turun pada Sabtu siang," jelas Chairul.
Selain itu, mengingat Dumai berada di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Malaysia, petugas juga harus bekerja keras untuk mengantisipasi potensi asap lintas batas.
"Asap dari kebakaran kemarin sudah mulai masuk ke Dumai dan mengarah ke Duri, Kabupaten Bengkalis," kata Chairul.
Upaya Pencegahan Dampak Polusi Asap
Mengingat dampak polusi asap yang dapat menyeberang ke negara tetangga, pihak berwenang semakin fokus pada upaya pencegahan meluasnya kebakaran.