PADANGSIDIMPUAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padangsidimpuan.
Fenomena ini menyebabkan antrean panjang kendaraan yang membentang hingga ratusan meter, mulai Rabu (4/3/2026) hingga Jumat (6/3/2026).
Pantauan tim media di beberapa SPBU menunjukkan banyak kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM, sementara masyarakat tampak panik karena stok terbatas.
Baca Juga: Pemprov Sumut Dukung Sensus Ekonomi 2026, Targetkan Data Akurat untuk Perencanaan Pembangunan Saat dikonfirmasi, salah satu petugas SPBU mengaku tidak mengetahui penyebab kelangkaan.
"Saya tidak tahu, bang, apa penyebab kelangkaan BBM ini. Saya hanya pegawai pengisi bahan bakar kendaraan. Kalau lebih jelasnya tanya sama pegawai saja," ujarnya, enggan menyebut identitas.
Kelangkaan BBM ini memicu kekhawatiran warga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah pengendara mengaku takut menghadapi Lebaran tanpa jaminan pasokan bahan bakar yang memadai.
Pemerhati Kota Padangsidimpuan, Adi Tanjung, menyoroti kemungkinan dampak global terhadap kelangkaan ini.
Ia mengaitkan situasi dengan kondisi geopolitik internasional, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memengaruhi pasokan minyak dunia, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz.
"Kelangkaan BBM di kota kita menjadi isu serius, apalagi menjelang Lebaran. Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan solusi agar stok BBM kembali aman dan mencukupi," ujarnya.
Warga berharap pemerintah dapat mengantisipasi masalah ini, mengingat kondisi ekonomi yang lesu dan kebutuhan umat muslim menjelang perayaan Idul Fitri semakin dekat.*