BATU BARA – Suasana khidmat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah ternoda oleh aksi bentrokan yang melibatkan puluhan pemuda di Jalan Merdeka, tepatnya di Gang Setia, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, pada Kamis (19/02/2026) subuh. Peristiwa tersebut terjadi usai masyarakat melaksanakan santap sahur di hari pertama puasa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, bentrokan diduga melibatkan pemuda dari Desa Bogak dan Desa Suka Maju.
Bentrokan diduga dipicu oleh aksi saling ejek antar kelompok pemuda yang kemudian memicu emosi hingga berujung keributan. Situasi yang awalnya hanya berupa adu mulut, dengan cepat berubah menjadi aksi saling serang.
Baca Juga: Empat Golongan Orang Sukses di Bulan Suci Ramadhan Beberapa pemuda terlihat melempar batu ke arah kelompok lain, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Suara teriakan dan lemparan benda keras memecah suasana. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku khawatir bentrokan akan meluas dan membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang hendak melaksanakan aktivitas subuh menjelang pagi hari. "Awalnya hanya ribut mulut, tapi tiba-tiba sudah saling lempar batu. Kami takut keluar rumah karena situasinya cukup mencekam," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Bentrokan tersebut akhirnya mereda setelah beberapa tokoh masyarakat dan warga sekitar berupaya melerai kedua kelompok.
Tidak ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kejadian ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Masyarakat berharap aparat keamanan dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah preventif guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama di momen Bulan Suci Ramadhan yang seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, dan menjaga ketertiban lingkungan. Peran orang tua, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan sangat diharapkan untuk bersama-sama membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Momentum Ramadhan diharapkan menjadi ajang introspeksi diri dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan, bukan justru diwarnai dengan konflik yang merusak ketenangan masyarakat.*
(ad)