ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengungkap fakta mengejutkan terkait dampak banjir besar yang melanda wilayahnya.
Belasan hektare tumpukan kayu baru ditemukan terseret arus banjir di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Paya Bakong, yang diduga memperparah kerusakan akibat banjir.
"Temuan kayu baru sudah kita sampaikan ke Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni. Ini sedang dibersihkan. Yang kebakaran kayu juga sudah kita padamkan, tidak ada lagi masalah," kata Ayahwa di Kantor Bupati Aceh Utara, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Polda Aceh Bagikan Ratusan Paket Daging Meugang untuk Masyarakat dan Media Tumpukan kayu sisa banjir ditemukan di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, serta pinggiran Daerah Aliran Sungai Krueng Keureuto, Kecamatan Paya Bakong.
Di Krueng Keureuto, luas tumpukan kayu diperkirakan mencapai 13 hektare.
Ayahwa menekankan pentingnya pembersihan kayu-kayu tersebut untuk mencegah sumbatan aliran sungai yang bisa memicu bencana susulan.
"Sekarang alat berat yang membersihkan tumpukan kayu sudah bekerja di Desa Geudumbak, Langkahan. Setelah itu akan digeser ke Desa Buket Linteung. Karena Buket Linteung telat diketahui oleh warga," jelasnya.
Terkait Krueng Keureuto, Bupati menegaskan koordinasi cepat dengan Kementerian Kehutanan menjadi langkah krusial agar potensi masalah di masa depan bisa diminimalisir.
Dalam kesempatan itu, Ayahwa juga menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah pusat, terutama dukungan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Atas dukungan bapak presiden, proses pembersihan kayu, kerusakan, dan lain sebagainya relatif cepat ditangani. Saya juga berterima kasih kepada seluruh kementerian, lembaga, relawan, dan organisasi yang membantu," pungkasnya.
Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai daerah terdampak terparah akibat banjir kali ini. Korban jiwa mencapai 247 orang, angka tertinggi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga kini, sekitar 19.000 pengungsi masih bertahan di tenda darurat menunggu pemulihan selesai.*