MEDAN – Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap menjaga sikap kritis sekaligus mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Semarak Milad ke-79 HMI di Sekretariat HMI Medan, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua HMI Cabang Medan Cici Rizki Indah Rizki Harahap, serta sejumlah tokoh dan alumni HMI.
Baca Juga: Rico Waas: Pengurus Baru PHRI Sumut Harus Perkuat Daya Saing Pariwisata HMI dan Tradisi Kaderisasi BangsaDalam sambutannya, Rico Waas menegaskan HMI memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader bangsa yang berpikiran kritis, berlandaskan nilai keislaman, serta berkontribusi di berbagai bidang strategis.
Menurutnya, banyak alumni HMI yang kini menjadi tokoh nasional, baik di pemerintahan maupun dunia usaha. Hal itu menjadi bukti kuatnya sistem kaderisasi yang dibangun organisasi tersebut selama hampir delapan dekade.
"HMI telah membuktikan diri sebagai kawah candradimuka lahirnya pemimpin bangsa. Tradisi intelektual dan nilai keislaman yang dijaga harus terus dirawat," ujar Rico.
Tantangan Zaman dan Arus InformasiRico menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama akibat derasnya arus informasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi bisa menjadi peluang sekaligus ancaman jika tidak disikapi secara rasional dan intelektual.
Karena itu, ia meyakini kader HMI mampu menjawab tantangan zaman melalui sistem kaderisasi yang kuat dan budaya diskusi yang kritis.
"Sikap kritis itu penting, tetapi harus dibarengi solusi. Jangan hanya pandai mengkritik tanpa arah dan kontribusi nyata," tegasnya.
Pemko Medan Buka Ruang DialogRico Waas juga menegaskan komitmen Pemko Medan untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan, termasuk HMI, dalam memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
"Kritik konstruktif sangat penting agar pemerintah dapat memperbaiki kekurangan dan memastikan keadilan bagi masyarakat," ucapnya.
Ia turut menyinggung pentingnya kaderisasi kepemimpinan sebagaimana disampaikan alumni HMI Zahrin Piliang sebelumnya. Menurutnya, pemimpin sejati adalah sosok yang mampu melahirkan pemimpin baru sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.