MEDAN – Aksi pembongkaran plang Pemuda Pancasila (PP) nyaris memicu bentrokan di Jalan Karya Darma No. 01, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (4/2).
Peristiwa ini terjadi setelah plang sekretariat Ranting PP diduga dibongkar oleh oknum suruhan PT Anugerah Dirgantara Perkasa (ADP).
Ketegangan meningkat ketika pihak perusahaan menyatakan bahwa sekretariat PP berdiri di atas lahan milik perusahaan, sehingga plang tidak berhak dipasang di lokasi tersebut.
Baca Juga: Prajurit TNI yang Bunuh Istri di Deli Serdang Divonis Seumur Hidup dan Dipecat Plang kemudian dipindahkan ke area lahan kosong di sekitar lokasi, memicu reaksi puluhan kader Pemuda Pancasila se-Kecamatan Medan Polonia.
Sekretaris PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia, Rasyid, membantah klaim perusahaan.
"Pos Ranting Pemuda Pancasila ini tidak berdiri di atas tanah PT ADP. Jangan coba-coba membongkar plang ini," ujarnya.
Ketua PAC, Rommy Van Boy, mengecam tindakan pembongkaran yang dilakukan tanpa koordinasi.
Ia menekankan, pos dan plang PP merupakan marwah organisasi dan tindakan sepihak berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Insiden ini diduga dipicu oleh Damanik, perwakilan PT ADP yang merupakan pensiunan TNI dan staf khusus perusahaan.
Ia dinilai tidak mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan di lapangan.
Setelah dilakukan mediasi di lokasi, pihak PT ADP akhirnya diminta memasang kembali plang Pemuda Pancasila di tempat semula.
Petugas gabungan Babinsa dan Tim Reskrim Polsek Medan Baru bergerak cepat mengamankan situasi dan membubarkan massa.*