MEDAN – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bayi terbaring tak bernyawa di atas ranjang rumah sakit viral di media sosial, memicu perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan di RSUP H Adam Malik, Medan.
Video berdurasi 18 detik itu diunggah melalui akun Instagram @jasa_bongkar_pasang_lemari dan memperlihatkan isak tangis sang ibu.
Baca Juga: KPK Kembalikan Rp1,53 Triliun ke Kas Negara dari Perkara Korupsi Dalam keterangan unggahan, keluarga pasien menyampaikan bahwa anak mereka seharusnya mendapat layanan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, namun pihak rumah sakit menolak penggunaannya dengan alasan pasien telah meninggal dunia.
"Sementara kami sudah menyerahkan KK dan KTP sesuai program Bapak (Gubernur Bobby Nasution), anak saya UHC Prioritas-nya telah aktif," tulis keluarga pasien.
Keluarga juga mengungkapkan besaran biaya rumah sakit mencapai Rp37,5 juta, yang saat ini belum dapat mereka penuhi.
Peristiwa ini memicu sorotan warganet, dengan video tersebut telah ditonton lebih dari 402 ribu kali, mendapat 6.782 tanda suka, dan 422 komentar hanya dalam dua hari.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari RSUP H Adam Malik terkait penolakan penggunaan UHC Prioritas pada pasien tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan pelayanan kesehatan dan akses keluarga kurang mampu terhadap hak mereka, khususnya dalam program jaminan kesehatan pemerintah.*
(mi/ad)