MEDAN – Tahun 2026 menjadi sorotan pengamat langit dan masyarakat Indonesia karena fenomena astronomi langka: gerhana matahari.
Meski jalur totalitas tidak melintasi Indonesia, masyarakat masih berkesempatan menyaksikan gerhana parsial serta mengikuti gerhana total melalui siaran langsung.
Fenomena gerhana matahari terjadi saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, sehingga cahaya Matahari tertutup sebagian atau seluruhnya dari pandangan pengamat.
Baca Juga: 1 Ramadan 1447 H Segera Dekat, Cek Tanggal dan Hitung Mundur Puasa 2026! Tahun ini, dunia akan menyaksikan dua peristiwa penting: gerhana matahari cincin pada 17 Februari dan gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026.
Gerhana Matahari Cincin — 17 Februari 2026Gerhana matahari cincin (annular eclipse) akan terlihat di jalur utama yang melintasi Antarktika.
Namun, bagi pengamat di Indonesia, fenomena ini hanya muncul sebagai gerhana parsial, di mana sebagian piringan Matahari akan "tergigit" oleh Bulan.
Wilayah timur Indonesia diprediksi memiliki waktu pengamatan terbaik.
Pengamat disarankan menggunakan kacamata gerhana atau filter matahari khusus, karena melihat Matahari langsung tanpa perlindungan bisa menyebabkan kerusakan mata permanen.
Gerhana Matahari Total — 12 Agustus 2026Gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia.
Jalur totalitas berada di Greenland, Islandia bagian barat, utara Spanyol, serta beberapa wilayah Kanada dan Amerika Utara.
Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap bisa mengikuti fenomena ini melalui siaran streaming dan simulasi digital yang disediakan oleh observatorium, lembaga astronomi, dan komunitas sains.
Fenomena Parsial di Indonesia- 17 Februari 2026: Potensi gerhana parsial terlihat dari sebagian wilayah Indonesia.- 12 Agustus 2026: Indonesia berada di luar jalur totalitas, namun fase gerhana sebagian masih bisa disaksikan jika cuaca cerah.