BANDUNG BARAT — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Presiden meminta agar proses pencarian korban yang masih hilang serta penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
"Arahan Bapak Presiden jelas, segera turun ke lokasi dan memastikan koordinasi penanganan pascabencana berjalan cepat, sambil mempercepat operasi pencarian warga yang masih dinyatakan hilang," kata Bima Arya saat meninjau posko pengungsian korban longsor di Cisarua, Sabtu, 24 Januari.
Baca Juga: Sempat Khawatir Terjadi Perang Dunia III, SBY Sebut WEF 2026 Davos Bawa Lima Kabar Baik bagi Dunia Selain fokus pada pencarian korban, Prabowo juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberi perhatian segera kepada warga terdampak.
Bima menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memburuk.
"Warga terdampak harus segera diberikan atensi. Di sisi lain, kita juga harus waspada karena perkembangan cuaca hari ini masih perlu dicermati," ujar Bima.
Bencana tanah longsor tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Burangrang sejak Jumat malam.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hingga Sabtu sore tercatat 10 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Korban meninggal berasal dari Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sebanyak delapan orang.
Dua korban lainnya berasal dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
BPBD Jawa Barat juga melaporkan sebanyak 82 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan akibat kondisi tanah yang masih labil.