TEGAL — Kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, kembali diterjang banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas wisata.
Kolam air panas di kawasan ini rata dengan tanah, sementara tiga jembatan putus tersapu derasnya arus sungai.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, M. Wisnu Imam, menjelaskan dampak banjir bandang Kali Gung yang melanda kawasan wisata pada Jumat (23/1) sore.
Baca Juga: Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Longsor, 82 Warga Masih Hilang "Banjir bandang Kali Gung menyebabkan Pancuran 13 rata dengan tanah, jembatan besar juga roboh. Pancuran Barokah dan Pancuran Lima juga hancur. Jembatan gantung di Pancuran Lima hanyut, satu alat berat beko di Pancuran 13 juga terbawa arus," ujar Wisnu, Sabtu (24/1).
Salah seorang warga RT 04, RW 02 Desa Guci, Taufiq, mengungkapkan debit air Kali Gung meningkat drastis secara tiba-tiba pada Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Sebelum banjir menerjang, terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai.
"Awalnya hanya hujan deras. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh," kata Taufiq.
Pada pukul 02.00 WIB dini hari, tinggi air dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tak mampu menahan derasnya arus yang membawa material lumpur dan pasir hingga putus.
"Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa material lumpur dan pasir," tambah Taufiq.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tegal bersama unsur TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan, termasuk memastikan keselamatan warga dan wisatawan.*
(d/ad)