TEBINGTINGGI – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Kota Tebingtinggi, Rabu malam (22/1/2026).
Sebuah mobil minibus Toyota Avanza yang membawa sembilan penumpang, termasuk sopir, diseruduk kereta api dan terseret ratusan meter, menewaskan seluruh penghuni kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Kombes Firman Darmansyah, membenarkan insiden tersebut.
Baca Juga: Gubernur Sumut Dorong Integrasi Kawasan Industri, Pelabuhan, dan KEK untuk Efisiensi Logistik "Mulanya 8 korban meninggal dunia, dan sopir masih bisa diselamatkan. Namun, malam tadi sopir tersebut juga meninggal dunia," kata Firman.
Korban terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua anak-anak, semua berasal dari Kota Medan, yang tengah mengunjungi keluarga di Tebingtinggi.
Jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi sebelum dipulangkan ke rumah duka di Medan.
Berikut daftar korban meninggal:- Abdul Kadir (42)- Rizal (59)- Daratul Lailla (50)- Risnawati (57)- Muhammad Hafiz (4)- Muhammad Rafka (6)- Asrah (80)- Sri Devi (41)- Sopir yang belum disebutkan namanya
Firman menjelaskan, kecelakaan terjadi karena perlintasan kereta api tersebut tidak dilengkapi palang pintu, meski sudah ada papan imbauan peringatan di lokasi.
Masinis dan asisten masinis dilaporkan selamat tanpa luka.
"Ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang. Lihat kanan kiri, jangan ceroboh atau ngebut-ngebut," imbau Firman.
Pihak kepolisian menyediakan pengawalan dan ambulans untuk mengantar jenazah hingga ke alamat keluarga korban di Medan, sekaligus memberi dukungan bagi warga terdampak insiden ini.
Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api dan kewaspadaan pengendara di Sumatera Utara.*