NIAS — Perairan di sekitar Kepulauan Nias diperkirakan akan menghadapi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 4 meter pada 22-24 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mengimbau para nelayan dan operator kapal agar waspada dalam melakukan pelayaran.
Prakirawan BMKG Wilayah I, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menjelaskan, gelombang tinggi diprediksi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias dan Samudra Hindia barat Nias.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Puting Beliung Rusak Belasan Rumah di Sanur Kauh, Kapolsek Denpasar Selatan Pastikan Keamanan Warga "Tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di wilayah tersebut," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Rizki menegaskan, kondisi gelombang tinggi ini dapat membahayakan pelayaran.
Untuk kapal nelayan, risiko meningkat jika angin mencapai 15 knot dengan gelombang setinggi 1,25 meter.
Kapal tongkang menghadapi risiko jika angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
Sedangkan kapal ferry perlu berhati-hati bila angin 12 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.
Fenomena ini, menurut Rizki, muncul karena perbedaan pola angin di wilayah utara dan selatan Indonesia.
"Di bagian utara, angin bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di bagian selatan bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 6-53 knot," jelasnya.
BMKG menghimbau seluruh pelayaran agar menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca dan memperhatikan informasi terbaru.
Pihak otoritas pelabuhan diharapkan juga meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi risiko keselamatan.*