JAKARTA — Kementerian Luar Negeri memastikan tiga warga negara Indonesia yang sempat terjebak di Pulau Socotra, Yaman, berhasil dievakuasi dengan selamat.
Ketiganya sebelumnya tertahan sejak akhir Desember 2025 akibat terbatasnya akses keluar pulau menyusul serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok separatis di Yaman.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi lintas perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Situasi Iran Kian Memanas, Trump Klaim AS “Siap Membantu” Demonstran Anti-Pemerintah "Telah berhasil mengevakuasi tiga WNI yang sejak akhir Desember lalu tertahan di Pulau Socotra, Yaman, akibat keterbatasan akses menuju wilayah tersebut," ujar Nabyl melalui keterangan video yang diterima pada Minggu, 11 Januari 2026.
Menurut Nabyl, evakuasi melibatkan KBRI Muscat, KBRI Riyad, KBRI Abu Dhabi, serta KJRI Jeddah, dengan dukungan otoritas Arab Saudi dan Yaman.
Ketiga WNI tersebut diterbangkan dari Pulau Socotra menuju Jeddah pada Jumat, 9 Januari 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
"Kondisi ketiga WNI dalam keadaan baik," kata Nabyl.
Kementerian Luar Negeri juga mengimbau warga negara Indonesia yang hendak bepergian ke luar negeri untuk memperhatikan situasi keamanan di negara tujuan.
Kemlu meminta WNI mengikuti perkembangan internasional, terutama jika perjalanan dilakukan ke wilayah rawan konflik.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyebut pihaknya terus memantau kondisi ketiga WNI tersebut sejak kabar terjebaknya mereka mencuat ke publik.
"Berdasarkan pemantauan terakhir, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman," ujar Heni di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Pulau Socotra menjadi sorotan internasional setelah meningkatnya eskalasi konflik di Yaman, menyusul operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok separatis.