MEDAN – Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara hingga Sabtu (10/1/2026) sore masih menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut pukul 20.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 372 orang, sementara 42 orang hilang.
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, menyampaikan data tersebut sebagai laporan sementara.
Baca Juga: Bupati Simalungun Salat Jumat di Masjid Ilham Sigundaba, Ajak Warga Berjamaah Bangun Daerah "Data sementara meninggal dunia 372 orang, hilang 42 orang," ujarnya.
Korban terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan 129 meninggal dan 35 hilang, diikuti Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) 93 meninggal dan 4 hilang.
Kota Sibolga tercatat 55 meninggal, Kabupaten Tapanuli Utara 36 meninggal dan 2 hilang, sementara sejumlah kabupaten/kota lain juga terdampak.
Bencana ini telah melanda 19 kabupaten/kota di Sumut, dengan jumlah korban luka 126 orang.
Sedangkan 1.804.827 orang terdampak dan 13.100 orang masih mengungsi hingga hari ini.
BPBD Sumut menegaskan, data korban masih bersifat fluktuatif karena pencarian korban hilang terus dilakukan dan validasi data sedang berlangsung.
"Korban jiwa diperkirakan terus bertambah mengingat masih banyak korban yang belum ditemukan," kata Porman.
Berikut sebaran korban meninggal dan hilang per kabupaten/kota:Tapanuli Tengah: 129 tewas, 35 hilangTapanuli Selatan: 93 tewas, 4 hilangSibolga: 55 tewasTapanuli Utara: 36 tewas, 2 hilangDeli Serdang: 17 tewasLangkat: 16 tewasHumbang Hasundutan: 10 tewas, 1 hilangMedan: 12 tewasPakpak Bharat: 2 tewasPadangsidimpuan: 1 tewasNias: 2 tewasNias Selatan: 1 tewas
BPBD Sumut bersama pemerintah daerah terus melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan pemulihan pasca-bencana.