MEDAN – Seorang bocah perempuan berinisial AS (4) diduga tertembak peluru nyasar saat terjadi tawuran antar-kampung di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Senin (5/1/2026) malam.
Peluru itu mengenai area mata korban.
Ibu korban, Romanda Siregar (33), menceritakan peristiwa tersebut terjadi di depan kantor Pos Belawan sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Romanda dan anaknya tengah menaiki becak.
Baca Juga: Rico Waas Targetkan 11 Jabatan Kadis Pemko Medan Terisi Bulan Januari "Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung," ujar Romanda saat ditemui di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1).
Tiba-tiba, AS menangis sambil memegang matanya. Romanda menyaksikan darah keluar dari area mata anaknya. Ia tidak mengetahui dari arah mana peluru itu berasal.
"Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah," jelasnya.
Romanda kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawa anaknya ke klinik terdekat.
Namun, pihak klinik menolak menangani karena lokasi luka berada di sekitar mata. Akhirnya, korban dibawa ke RSUD Pirngadi Medan.
Hasil pemeriksaan CT scan menyebut peluru yang bersarang di mata AS adalah peluru senapan angin.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi, Gibson Girsang, mengatakan saat ini pihak rumah sakit tengah mencari fasilitas bedah mata yang mampu menangani kasus tersebut.
"Dari RS, kami merekomendasikan agar mencari ruangan kosong di RS USU, karena di sini kami tidak memiliki dokter bedah mata," jelas Gibson.
Kejadian ini menyoroti risiko keselamatan anak-anak akibat tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah perkotaan.