LIMAPULUH KOTA — Pergerakan tanah masih terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga untuk tidak mendekati area berbahaya tersebut.
Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, mengatakan hingga Selasa (6/1), tanah di sekitar sinkhole masih bergerak.
Baca Juga: BPBD Sumut Catat 371 Korban Meninggal dan 58 Hilang Akibat Banjir Longsor "Kami telah memasang garis polisi di sekitar lubang untuk mengantisipasi risiko terhadap warga," ujarnya.
Berdasarkan pendataan awal, sinkhole tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman 5,7 meter.
Petugas BPBD terus memantau kondisi tanah untuk mencegah potensi kecelakaan.
Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan, fenomena sinkhole kerap terjadi di kawasan batu kapur seperti Nagari Situjua Batua.
"Batuan kapur mudah larut saat terkena air hujan, membentuk retakan, dan akhirnya muncul lubang besar," kata Ade.
Ade menambahkan, kawasan ini umumnya dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian dan dikenal dengan istilah lokal "Sawah Luluih".
Pemerintah setempat dan warga disarankan segera menutup lubang dengan material tanah, pasir, atau batu dan, bila perlu, pengecoran untuk mencegah kecelakaan.
BPBD juga mengimbau warga agar menaati garis polisi dan tidak mencoba mendekat ke lokasi. Petugas tetap siaga memantau pergerakan tanah di area tersebut.*
(d/dh)