MEDAN – Bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara terus menelan korban jiwa.
Per laporan terbaru BPBD Sumut, hingga Senin (5/1/2026) pukul 21.37 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 370 orang, sementara 42 orang masih dinyatakan hilang.
"Data sementara, meninggal dunia 370 orang, hilang 42 orang," ujar Porman Mahulae, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, mengutip laporan resmi BPBD Sumut.
Baca Juga: 15 Kampus Terbaik Sumatera Utara Versi Webometrics 2026: USU Kokoh di Puncak, PTS Unjuk Gigi! Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah terdampak terparah dengan 127 korban meninggal dan 35 orang hilang.
Disusul Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan 93 korban meninggal dan 4 orang hilang. Kota Sibolga mencatat 55 korban meninggal.
BPBD Sumut mencatat bencana ini terjadi di 19 kabupaten/kota. Selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 205 orang mengalami luka-luka.
Jumlah warga terdampak banjir dan longsor diperkirakan mencapai 1.803.549 orang, sementara 13.500 orang masih mengungsi hingga malam ini.
Data korban masih bersifat fluktuatif, seiring proses pencarian dan validasi yang terus berlangsung.
Pihak berwenang memperingatkan jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah, mengingat banyaknya korban yang belum ditemukan.
Sebaran Korban Tewas dan HilangKabupaten Tapanuli Tengah: 127 meninggal, 35 hilangKabupaten Tapanuli Selatan: 93 meninggal, 4 hilangKota Sibolga: 55 meninggalKabupaten Tapanuli Utara: 36 meninggal, 2 hilangKabupaten Deli Serdang: 17 meninggalKabupaten Langkat: 14 meninggalKabupaten Humbang Hasundutan: 10 meninggal, 1 hilangKota Medan: 12 meninggalKabupaten Pakpak Bharat: 2 meninggalKota Padangsidimpuan: 1 meninggalKabupaten Nias: 2 meninggalKabupaten Nias Selatan: 1 meninggal
BPBD Sumut mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan korban, distribusi bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak.*