TAPANULI SELATAN – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah menewaskan 89 orang.
Data itu diungkapkan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Tapsel, Selasa (30/12).
Selain korban meninggal, tercatat 20 orang masih dinyatakan hilang, dan 15 warga mengalami luka berat akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Polda Sumut Imbau Warga Tak Nyalakan Petasan dan Pesta Miras Saat Malam Tahun Baru 2026 Menurut Kapolres, banjir bandang tercatat terjadi 19 kali, sementara tanah longsor 20 kali. Sementara, insiden pohon tumbang tercatat hanya satu kali.
Kecamatan Batang Toru menjadi daerah terdampak paling parah dengan korban tewas terbanyak, mencapai 49 orang.
Kecamatan Angkola Sangkunur menyusul dengan 33 korban meninggal. Kecamatan Marancar 1 orang, Angkola Barat 2 orang, Kecamatan Sipirok 2 orang, dan Angkola Selatan 2 orang.
Kecamatan Muara Batang Toru dan Angkola Timur tidak mengalami korban tewas.
Kapolres Yon Edi menambahkan, empat desa tercatat mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang tersebut. Selain korban jiwa, sebanyak 1.600 unit rumah rusak akibat bencana ini. "Sampai sejauh ini, identitas korban tewas telah terungkap semua," kata Kapolres.
Hingga kini, pihak kepolisian dan tim SAR terus melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.*
(ad)